Saya tidak yakin. Saya kira hanya gelembung saja, ciri ikan ini membentuk teroriti.
Sehari dua saya masih tidak percaya ikan cupang Abang bertelur. Tetapi, Abang dan juga Bundanya sudah yakin di gelembung ini ada anak ikannya.
Hingga kemudian saya bawakan lampu untuk melihat dengan lebih jelas apa yang ada di balik gelembung itu. Benar, saya sesuatu. Ada anak ikan. Kecil sekali.
Saya ingat ada keluarga saya pernah mengatakan induk ikan cupang memangsa anaknya. Janta yang menjaga anaknya. Cupang betina kemudian dipindahkan ke dalam wadah dari potongan botol plastik besar.
Semakin lama, anak-anak ikan cupang semakin jelas. Mengapung, bergerak kala airnya disentuh.
Mau tidak mau saya membuka video tentang ikan cupang. Setiap ada waktu, saya dan Bang Yanda menonton, mencari informasi tentang pemeliharaan ikan hias ini. Setelah itu kami praktikkan. Makanya, itu tadi, kami mencari daun ketapang, daun pisang, membuat larutan kuning telur, dll…Semangat abislah pokoknya melihat laaSemangat ini mengingatkan peluang usaha. Kayaknya, sependek ini, saya menganggap ikan cupang sangat mudah ldikembangkan. Bayangkan, seminggu sejak dibeli, ikan ini sudah beranak pinak. Banyak sekali. Menurut video, ikan ini bisa dikawinkan dalam dua minggu sekali.
Harga jual ikan ini juga lumayan. Di gerai penjualan, harganya di kisaran Rp15-100 ribu per ekor, tergantung ukuran dan bentuknya.
Peluangnya luar biasanya. Mungkin bisa menjadi alternatif bagi yang ingin mencoba dan berusaha. (*)
