Seorang guru muda panggil saja dia Man karena dia laki-laki. Katanya dia idola para siswi. Saat bercerita Man selalu meyakinkan, kalau dia biasa saja dengan karakter aslinya yang katanya ramah, bisa menyesuaikan.
Saya, Tijah dan Tuti tertawa mendengar beliau menceritakan pengalamannya selama mengajar saat harus menghadapi efek baper siswi SD “Kok bise?” Saya bertanya.
“Entahlah saye tak tau gak, padahal saye biase yak,” jawabnya ikut ketawa. “Kadang ye, kalau saye datang mereke udah nunggu mok salaman, modus.” Kira-kira begitu tambah Man.
Man asik bercerita dan saat itu kami menjadi pendengar yang baik, mungkin sedikit kepo dan mengomentari tingkah laku anak SD yang menurut kami belum waktunya. Apa lagi ketika Man berkata ada siswa yang berani menyatakan cinta melalui sms dan tak sedikit siswi yang selalu mengiriminya pesan melalui pesan singkat. Saya benar-benar tak habis pikir mengapa bisa demikian.
