Dengan adanya kelas literasi menambah wawasan dan semangat untuk lebih giat dalam belajar. Kelas literasi memberikan dampak positif bagi saya pribadi. Saya mempunyai kebanggaan tersendiri karena mempunyai karya pertama. Buku yang sudah saya buat dalam program Rumah Literasi FUAD ini.
Buku yang berjudul Petani Tanjung Bunga, Sanggau: teruntuk ayah yang tak kenal lelah. Buku ini merupakan buku biografi yang ditujukan kepada objek-objek yang berbeda bentuk. Pertama, tentang seorang yang selalu menjadi cinta pertama anak perempuannya. Seorang yang lantang mengumandang adzan ketika jiwa barunya keluar melihat dunia. Dia adalah ayah, pahlawan keluarga yang kokoh punggungnya untuk memberi kebahagiaan.
Kedua, tentang sebuah desa. Desa pemiliki sifat menghargai yang sangat mengagumkan saya yang menulis. Di mana di desa tersebut terdapat berbagai tradisi dan budaya yang ada. Menceritakan gambaran umum tentang desa serta ha-hal menarik dari desa tersebut. Mulai dari kegiatan pertanian, hubungan antar dusun yang ada, kerukunan yang terjalin, sifat menghargai, dan sifat toleransi. Inilah masyarakat yang harum bak Tanjung Bunga.
Begitulah sinopsis dari buku yang sudah saya buat. Saya sangat berterima kasih dengan adanya program kelas literasi ini yang sudah membantu untuk menyelesaikan buku pribadi.
