Setelah salat zuhur kami makan siang sama-sama seperti biasa ala pesantren 1 Talam muat 7 tangan ditemani ikan tak bertulang (Tahu Tempe) menu utama kami, hehe. Setelah Ishoma kami mengulang-ngulang hafalan/murojaah hafalan dan ustadz pun setia menunggu kami sampai jam 2 siang. Rasa capek penat pun sudah ada dan kami pun lanjut bocin alias bobok siang.

Tak terasa, belum terlelap tidur tiba-tiba suara Azan Asar telah berkumandang, dengan berat hati saya paksakan badan ini untuk bangun karena teringat pesan ustadz, “Kalau kamu sudah masuk ke sini tidak usah setengah-setengah, ibarat mandi jangan cuman basah setengah, sekali mandi nyebut sekali biar sempurna basahnya”. Kata- kata ini yang membuat hati saya kembali semangat, sambil berjalan saya ke WC pun masih teringat.
Salat Asar berjamaah telah dilaksanakan kami meyetor hafalan ulang yang pagi di setorkan sampai jam 5 sore. Setelah itu mandi dan mempersiapkan diri untuk salat Magrib, setelah salat Magrib sampai waktu Isya, kami diajari Tartil oleh ustadz yang berama Saiful Ummah, beliau adalah guru tugasan dari Jawa timur, Madura.
