Oleh: Rizki*
Saya Riski yang sekarang mahasiswa IAIN Pontianak jurusan ilmu Al Qur’an dan Tafsir (IAT). Saya Penerima Beasiswa BAZNAS. Sebelum saya masuk ke perguruan tinggi ini. Saya mempunyai pengamalan mengafal Al Qur’an di pesantren Darul khairat, yang terletak di jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo. Keinginan saya masuk ke lembaga Tahfiz ini sebenarnya hanya melancarkan bacaan Al Qur’an saya seiring dengan berjalannya waktu akhirnya saya tertarik untuk mencoba menghafal sedikit demi sedikit, mulai dari ayat, surah sampai juz.
Sebelum menghafal ada tatacara yang harus diikuti Dalama menghafal, pertama seorang pengahafal diharuskan mempunyai hati yang ikhlas karena Allah SWT. Hal, ini akan berpengaruh pada proses mengahafal nantinya. Kedua, seorang penghafal dituntut untuk selalu Istiqomah dan sabar dalam mengahafal, karena seberat apapun pekerjaan yang kita lakukan kalau dibarengi dengan sabar dan istiqamah akan membuah hasil yang sangat luar biasa.
Dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim” saya mulai menghafal. Kegiatanku dimulai pada waktu setelah salat subuh, ustadz menerima setoran kami. Ada yang menyetor 1 halaman, 1 lembar, bahkan samapai 2 lembar dalam sekali setoran. “Ini sangat luar biasa”. Ucapku dalam hati.
