Oleh : Khatijah
Ketika seorang bapak memberi tahuku bahwa kakek yang sedang memungut sampah itu gila, aku bertanya-tanya: sebenarnya orang gila itu seperti apa?
–*–
Pukul 05:10 WIB, dermaga Pemangkat sudah mulai penuh. Penjajap, Pemangkat yang memang tempat masyarakat Jawai berlalu-lalang, ada yang menyeberang dari Jawai ke Pemangkat dengan berbagai tujuan.
Pagi itu aku bertujuan menyeberang ke Jawai. Melalui pelabuhan itu.
Kakek tua berbadan kurus, berkulit putih, kepala botak, bermata beda dibandingkan aku, menggunakan celana kain berwarna coklat, baju kemeja lengan pendek berwarna biru tua yang dimasukannya ke dalam celana kainnya, diikat dengan tali rapia berwarna hijau.
Denganmulut menggerutu, mimik wajah marah, tangan memungut sampah.
Motor air (klotok) pertama dari Jawai sudah sampai ke dermaga Pemangkat. Tidak banyak yang menyeberang kali itu, hanya 12 an orang.
Penjual sayur dari Singkawang mulai berdatangan berjejer memarkirkan motor sayurnya di tepian sungai menunggu petugas motor air menaikannya ke atas klotok.
