Community

Siapa yang Gila?

Siapa yang Gila?

Kakek itu menarik perhatianku, ia memunguti sampah lalu dimasukkannya ke dalam baju kemejanya. Seseorang menghampirinya, menepuk pundaknya ketika kakek itu mengambil puntung rokok. Entah apa yang dibicarakan mereka berdua aku tak bisa mendengarnya karena memang jarakku cukup jauh. Kakek itu tetap memungut sampah yang terlihat olehnya, tetap dengan mulut yang menggerutu. Kini kakek itu tepat di samping halte di bawah pohon ketapang. Dia memunguti daun ketapang yang berjatuhan seraya tetap memasukannya ke dalam bajunya.
Seseorang menghampirinya lagi menyebut namanya, aku lupa siapa. Dia menegur kakek itu.

“Kotor yewe,” ujarnya dengan logat khas Melayu Sambas. Kakek itu tidak memperdulikannya. Tangannya tetap memungut daun ketapang, tetap juga dengan mulutnya yang menggerutu.

Lalu seseorang membuang puntung rokoknya, kakek itu langsung memungutnya dan melotot ke arah seseorang itu dengan mimik muka marah dan mulutnya yang semakin jadi menggerutu.

“Sebannarnye kau tokwe gille ke daan, bancik inyan meliat sampah betaboran,” ujar seseorang yang membuang puntung rokok tadi.

Kalimat terakhir itu membuat aku geli sendiri.

Orang itu seperti aku, sulit membedakan gila atau tidak kakek itu. (Khatijah/Club Menulis)