Community

Ketika Abang Bilang Pullang

Ketika Abang Bilang Pullang

Oleh: Yusriadi

Pagi kemarin, Abang, anak saya yang berumur 4,5 tahun sedang bermain di halaman bersama Aril, anak tetangga. Pak Aril, tetangga depan rumah muncul dan bertanya,

“Ril, Wais, mana?”

Wais adalah adiknya Aril.

“Manne ye? Balek kale,” Aril menjawab bapaknya. Dia menggunakan bahasa Melayu Pontianak. Sedikit berbeda dengan bentuk yang digunakan bapaknya.

“Mane?” Pak Aril bertanya lagi.

Mungkin dia tidak jelas atau dia ingin pastikan setelah tidak melihat anaknya di rumah.

Kali ini anak saya, Abang yang menjawab, setengah berteriak. Agaknya Abang pikir Pak Aril kurang mendengar jawaban Aril.

“Pullang,”

“Apa Bang, pullang?”

Pak Aril tertawa. Dia balik bertanya.
“L-nya begelung,”katanya.

Saya ikut tertawa. Saya paham Pak Aril mentertawakan logat Abang.

Logat Abang sebenarnya biasa dipakai anaknya, Aril atau Wais. Bahasa Melayu dengan logat Madura memang salah satu cirinya hadirnya geminasi (pemanjangan atau penggandaan) konsonan. Pak Aril menyebutnya “begelung”. Contohnya, appeh (apa), manne (mana), lappar (lapar).

Sebenarnya, Abang mengucapkan “pullang” untuk pulang, karena mengikuti gaya bertutur teman bermainnya, yang umumnya dari keluarga berbahasa Madura. Sebenarnya wajar jika bahasa teman berpengaruh pada bahasanya.