in

Mitigasi Perubahan Iklim

Mitigasi Perubahan Iklim.2
Photo Bersama Kepala BPDAS Kapuas (Baju berwana hijau) dengan pelaksana RHL Agrofrorestri, Kepala Desa Pakak, KKPH Sintang Timur

Oleh: M Azdi Tahir

Perubahan Iklim sekarang susah diprediksi, malahan perubahan signifikan pun terjadi pada suhu, curah hujan, dan angin yang berlangsung dalam waktu yang tak dapat diprediksi, bisa dalam satu hari, minggu, bulan atau bahkan lebih. Dampaknya perubahan iklim tersebut memenuhi berita yang menjadi viral: Banjir badang, kekeringan hingga kebakaran hutan yang mengakibatkan kerusakan hutan.

Banyak yang akan merasakan dampak buruk dari kerusakan hutan yang tidak segera diatasi. Salah satu daerah yang terdampak oleh kerusakan hutan yaitu daerah aliran sungai (DAS).

Semua berteriak saling tuding, ibarat telunjuk. Ketika seseorang menunjukkan jari telunjuknya pada yang lain, jari jemarinya secara otomatis menunjuk pada wajahnya sendiri.

Tak mau saling tuding, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sigap dengan situasi ini. KLHK segera mengambil tindakan dengan mengadakan rehabilitasi DAS agar meningkatkan fungsi dari hidrologi DAS yaitu kemampuan tanah untuk melakukan proses penyerapan penyimpanan dan pengaliran air.

Mitigasi Perubahan Iklim.1
Kunjungan lokasi pembibitan RHL Agroforestri 225 HA 2020-2023 Tanggal 22 Februari 2021

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya Rehabilitasi DAS melalui kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) pada tahun 2020 ini dilakukan menggunakan pola Agroforestri. Pola ini Menurut Kepala Balai BPDAS Kapuas Ir. Evi Budiaryanti, M.Si, “Selain bertujuan untuk merehabilitasi lahan kritis, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. sesuai dengan visi dan misi Gubernur Kalimantan Barat yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2018-2023. Pelaksanaan RHL dapat mencapai tujuan dan sasarannya apabila dimulai dengan tahapan penyediaan bibit yang berkualitas baik dengan jumlah yang cukup.

Baca Juga:  Bangun Masjid Para Mualaf

“Karena kegiatan ini dalam bentuk tahun jamak 2020-2023 (multi year) tahun 2020 bibit sudah tersedia cukup, maka saya hadir ke Sintang tahun 2021 ini untuk memastikan bibit yang tersedia tersebut harus segera ditanam di areal yang sudah ditentukan sesuai dalam buku rancangan teknis kegiatan,” imbuhnya didampingi srikandi BPDAS lainnya Kinasih Citra Arumi dan Pinna L.

“Tidak ada alasan lagi bagi pihak CV. Sukses Toho Ilir yang sudah menandatangi kontrak untuk melakukan kegiatan sesuai tahapan-tahapan, atau kata lain untuk menunda penanaman karena “true of moment” moment sekarang lah sangat tepat sekali untuk mulai menanam, Musim Hujan awal tahun 2021 ini,” kata Pejabat Pembuat Komitmen BPDAS Kapuas Catur Basuki Setyawan, S.Si., M.Eng. yang biasa di sapa Mas Okky.

Melalui kegiatan ini pula, Niko Dimus, S.Hut. mengatakan, “Kegiatan yang dilakukan oleh CV. Sukses Toho Ilir dan CV. Apik Pratama selama ini, Puji Tuhan selalu berkordinasi dengan kami, baik hadir ke kantor KPH Sintang Timur atau via WA karena jarak tak memisahkan kami untuk berkordinasi. Ada beberapa hal menjadi kendala, tapi berkat komunikasi dua arah yang baik semuanya bisa terselesaikan.”

Baca Juga:  Prof. Irwan Abdullah Resmikan IRE Shabab El-kahfi

Dari hal tersebut menurut Pak Niko, “Saya bisa melaporkan kegiatan Agroforestri BPDAS Kapuas di Sintang Timur berjalan baik sesuai tahapan yang diinginkan.”

Laporan kegiatan tersebut juga disampaikan kepada atasannya di Pontianak, Ir. Adi Yani, M.H, selaku Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Alhamdulilllah pekerjaan RHL Pola Agroforestri sudah berjalan sesuai alurnya, Kalo sudah pada rel yang benar Insya Allah pekerjaan ini bisa tuntas hingga 2023,” katanya ketika reporter kami mengkonfirmasi kegiatan ini.

Written by teraju.id

IMG 20210310 WA0013

“On Calling BangKambing”

pemanfaatan lahan peti

Reboisasi di Lahan Bekas Penambangan Emas Tanpa Izin