Oleh: M Azdi Tahir
PETI alias pertambangan liar selalu jadi masalah di negeri ini. begitu juga peti di kota Singkawang provinsi Kalbar yg terkenal dengan kota amoynya. PETI membuat kota Singkawang tak setampan koko dan secantik mei meinya.
Secara umum lahan bekas PETI menjadi terbengkalai, lahan yang semula subur untuk usaha budidaya menjadi lahan yang sangat marginal dan memerlukan penanganan yang serius jika diusahakan untuk budidaya pertanian.
Alumni Pertanian Untan yang tergabung di Ikafta tak sekedar mencoba tapi terbukti nyata. Eka Pakwe, Bayu Martedy dan dan Duo Hendra (me dan Bean). Di luar dari keseharian sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kota Singkawang, persahabatan yang terbentuk seperti kepompong itu berani mendobrak ketidak mungkinan tersebut. Menyingsingkan lengan ayo cangkul yang dalam. Hasil nyata bahwa hasil takkan menghianati kerja keras.

Eka pakwe mengatakan, “berusaha untuk melakukan hal berbeda walaupun di depan banyak tantangan yang akan dihadapi. Memang usaha budidaya cabe untuk lahan subur saja penuh dengan resiko apalagi di lahan yang bekas PETI tentu tantangannya lebih banyak.”
