Santri penghafal Quran yang belajar dan mukim di fasilitas masjid ada hampir 300 orang. Makan 3x sehari, Fasilitas guru, dan tempat tinggal. Gratis. Tanpa uang pangkal dan SPP.
Data raihan ziswaf di bulan oktober tembus 600 juta lebih. Padahal waktu ke Masjid di bulan sept, hanya sekitaran 400 jutaan. Pertumbuhannya massive. Bahkan sudah ada 6 titik.
Masjid ini kerjaannya makan-makan, bagi-bagi sembako ke dhuafa sekitaran masjid, bagi-bagi buah dan ikan ke tetangga, punya ambulance dua armada, nonstop melayani pasien dan jenazah.
*
Bergeser ke kanan lagi. Nomor dua dari kanan, sudah kenal semua ya, Kiyai Haji Luqmanulhakim (36 tahun), Pengasuh Masjid Munzalan. Mungkin sudah banyak yang bosan kalo Saya nyeritain Kiyai terus.
Founder Gerakan Infaq Beras, GIB. Rekapitulasi bulan oktober memasuki angka 610 ton, menyuplai 3000qn Pondok, menyentuh kurang lebih 250 ribu santri.
Kiyai Luqman mengasuh Masjid Munzalan. Membangun hampir 500 santri penerima amanah. Mengirim puluhan kader untuk belajar di Gontor. Membangun pertumbuhan asset wakaf hingga kisaran 150M (audit terakhir).
Masjid di Pontianak, Kalimantan Barat, menjadi cahaya di sayap barat kalimantan timur.
*
Sosok berikutnya, tiga dari kanan, yang diam-diam tapi menghanyutkan adalah Bang Een dengan akun Adi Pratama Larisindo (36 tahun).
