Barulah kini mereka dapat membuka sebuah toko buah, itupun masih sewa dengan orang yang mempunyai gedung itu. Gedung yang mereka tempati sekarang memiliki dua tingkat. Lantai dasar digunakan untuk berjualan. Sedangkan lantai atas digunakan sebagai mess atau asrama bagi karyawan toko “Sinar Baru” yakni toko sang pemilik gedung.
Encu berbagi pengalaman suka dan dukanya selama membuka usaha bersama suami dan ayahnya ini. Mulai dari dagangan yang kurang laku, saingan yang semakin banyak, dan banyak hal lainnya.
Namun, mereka tetap optimis, karena mereka tetap saja optimis dan berusaha walau bagaimana pun keadaannya. Hingga akhirnya, Pak Yus dan Encu Yeni dapat membeli tanah dan membuat sebuah rumah milik mereka sendiri. Itu semua dapat mereka raih dengan cara menabung sedikit demi sedikit.
“Itupun modal nekat gak Kak ee, bangun rumahnye nih sikit-sikit. Pertame beli tanah lok, dah itu barulah minta tukang buatnye.” ucap Encu menceritakan awal mula dapat memiliki sebuah rumah.
Mereka juga sempat membuka warung nasi goreng di depan rumahnya. Namun, karena segala keterbatasan biaya dan kurang memiliki pelanggan, akhirnya warung itupun tutup. Maklumlah, tempat tinggal mereka belum terlalu diketahui.
