Akhirnya, tiba saatnya mereka untuk pulang. Sebelumnya, kak Luna, kak Amel dan satu orang temannya lagi yaitu bang Filips — dia tinggal di Bali, untuk membuat testimoni agar tulisan itu bisa menjadi motivasi bagi kami semua di club dan orang yang melihatnya pun juga ikut termotivasi. Siapa tahu kami bisa nyusul ke Jerman?
Pak Nur Iskandar juga memberikan 2 buku karya Abdul Taib Mahmud, yang penyerahannya dilakukan oleh kak Amel dan kak Luna kepada pak Yusriadi dan Kak Ninda. Sekaligus dari Club Menulis IAIN Pontianak juga memberikan buku sebagai kenang-kenangan. Setelah itu, kami foto bersama. (Anggota Club Menulis IAIN Pontianak)
