Memaksakan diri. Iya, terkadang pemaksaan sangat dibutuhkan untuk menjaga konsistensi. Aku jadi teringat dengan pesan singkat yang benar-benar singkat itu. “Jaga ritme, jangan bunuh diri,” kata pak Yus melalui gorup WA CM (Club Menulis). Kosisten memang sangat penting mungkin memaksakan untuk menulis ketika pikiran zonk harus dibiasakan agar tak menjadi alasan.
Sepi inspirasi ketika ingin menulis sudah biasa terjadi. Entah sampai berapa lama itu tak bisa dipastikan, terkadang inspirasi itu mengalir begitu saja seperti air. Mungkin itu yang disebut dengan the power of kepepet.
Pengalamanku menulis ketika pikiran zonk. Pernah 1 jam aku hanya bisa menghasilkan 2 paragraf. Ini adalah titik terparah. Pernah 3 jam di depan laptop aku hanya bisa menulis satu halaman. Entahlah mengapa bisa begitu. Aku pun tak tahu. Apakah ketika zonk selera menulisku menjadi lebih tinggi dan lebih selektif untuk memilih kata-kata.
Apa pun itu nikmati saja.
Punggur Kecil, 07 Februari 2018
