“Tak boleh keluar malam ke ape? Mainlah rumah Ibu sinek! Kalau malam ramai”, kata beliau sambil ketawa di ujung telepon. Dan sore itu, saya membayar tagihan Ibu Tlaha. Dan tagihan hutang itu, terbayar dan dengan rasa takjub saat menyaksikan senja di ujung sungai Kubu. (*)