Opini

Paret ilang kotepun tenggelam, paret ilang peradabanpon ikot ilang…

Paret ilang kotepun tenggelam, paret ilang peradabanpon ikot ilang…

Oleh: Demanhuri Gustira

Ini kampanye kite dulo waktu sering ngopi2 sambil susur paret beberapa tahun lalu. Taglinenya…melihat fakta kote Pontianak selalu menghadapi banjir, tapi istilah negara tegenang….tapi dari data yang ada intensitas banjir makin hari banjir makin besak…,dengan ketinggian Kota Pontianak dari 0 dpl-1 dpl sangat riskan menghadapi banjir…. dan ini sebenar harus menjadi patokan dalam pembangunan sebuah kote.

Menurut sejarah Kota beberapa wadok besar yang ada di tengah kote sudah ditimbun, seperti di jalan Sudirman sudah jadi wilayah pertokoan, konon dibangun oleh VoC/Belanda,lanjut Wadok di sekitar Hotel Kapuas Plase sudah jadi pertokoan, Wadok Sarang Buaya samping gedung Kartini sudah tertutup oleh bangunan permukiman.

Kini semua hilang, Pontianak yang dilalui tiga sungai besar Sungai Kapuas, Sungai Landak, dan dikelilingi Sungai Kapuas Kecil. Dan tidak terlalu dari laut China Selatan/Laut Natuna. Secara geografis sangat riskan dari serangangan banjir pada musim hujan, dan intrusi air laut pada musim kemarau.