Saya melanjutkan perjalanan, tanya sana sini, akhirnya ketemu rumah Pak Joko. Sementara rumah Pak Sawon, belum jumpa. Ada yang bilang beliau di TR 4, ada juga di TR 5. Ada yang bilang rumahnya di seberang parit. Kami agak bingung dengan penjelasan yang kami dapat.

Akhirnya kami memutuskan pulang, karena hari semakin sore.

Hari itu, saya menginjakkan kaki di Sungai Terus. Yang selama ini saya dengar tanah yang banyak ditanami pohon salak. Ya, salak yang selama ini kami beli di Kubu, dari sinilah asalnya. (*)