Dibeberapa pertemuan, pernah di rilis sekitartahu 2012an oleh salah satu lembaga otoritas pemerintah pusat di daerah tersebut bahwa 89 peren daerah aliran sungai di Kalimantan Barat telah rusak parah, penyebabnya macam-macam peruskan hutan tidak terkendali, ekplotasi pasir di sungai Kapuas, dan lain-lain.
Seharusnya dengan data-data yang dimiliki, kondisi tersebut sudah menjadi earlywarningSystem( Sistem Peringatan Dini) menghadapi berbagai bencana, baik banjir, kekeringan maupun longsor, dan dibeberapa daerah Sungai Juga masih ada aktivitas pertambangan yang terus mempeparah kerusakan Daerah Alirang Sunggai, namun, seperti ada pembiaran struktural. Penanganya Juga masih urusan Pemerintah Pusat
Karena takut ada koplik penanganan atara pusat dan daerah karena disisi lain penganan wilayah-wilayah tersebut otoritas pusat, dan bukan tidak masuk dalam dokumen perencanaan pembangunanan daerah. Tapi kalau terjadi bencana mau-tidak mau pemerintah daerah haru turun tangan…
