” Oh ye ye Novie. This is us, “balasku sembari berjalan dengan percaya diri.
Lagipula mereka tidak terlalu memperhatikan. Setelah mengambil gambar, kami singgah sebentar di sebuah bangunan kecil yang didominasi warna hijau. Ternyata itu adalah perpustakaan digital Polnep.

Ini pertama kalinya aku melihat perpustakaan digital, dan aku menaruh harapan besar padanya. Dengan begini tentunya mengerjakan tugas kuliah akan lebih mudah. Kami tidak akan terlalu kerepotan lagi apabila tugas menumpuk. Kami dapat mencari bahan di sini sembari menikmati pemandangan yang indah dan bersantai ria.

Di dekat pintu aku dapat melihat batu berukir. Di sana tertulis bahwa perpustakaan ini telah diresmikan bulan Februari 2017. Wah ternyata ini sudah berdiri sekitar 1 tahun, dan aku baru tahu sekarang? Benar- benar kudet.

Sebelum masuk kami harus mengisi buku tamu terlebih dahulu, kemudian meletakkan tas di rak yang telah disediakan. Anehnya di antara pengunjung yang ramai sekali, tak ada satupun orang yang berkunjung disini, hanya seorang penjaga yang duduk santai di dekat komputer sembari memainkan smartphonenya. Itulah yang membuat kami ragu untuk masuk tadi.

Di ruangan ini tidak tersedia satu buku pun, tentu saja. Komputer di gedung ini cukup besar dan berjumlah 8 PC. Untuk memainkannya kami harus duduk di karpet karena memang tidak disediakan kursi. Sayangnya, koleksi buku di perpustakaan digital ini sangat minin. Masih banyak kategori yang stoknya kosong. Padahal ruangannya sudah cukup nyaman. Tapi karena koleksi buku uang tidak banyak, kami memutuskan untuk kembali berkeliling taman sebelum akhirnya pulang. (*)