Hutan rusak, sumber air pasti rusak. Rusaklah air sebagai sumber kehidupan.

“Tebang pilih tanam jalur atau yang sekarang dikenal dengan silviklultur Intensif, yaitu peningkatan produktivitas hutan melalui manipulasi silvikultur. Ini sudah forestry 4.0 konsep pemuliaan pohon sudah jauh melangkah.”
“4.0 adalah konsep pemuliaan: manusie sudah memandang tanaman agar dimuliekan, bukan diabaikan. Kalo pon tebang tapi pilih yang sesuai up nye. Kemudian tanam kembali bagian berdasarkan jalurnye.” Kate pak prof yang juga terpilih kembali sebagai ketua Masjid Al Hikmah.

Bertemu dengan Prof. Dr. Ir. H. Gusti Hardiansyah, MSc. QAM. di Masjid Al Hikmah Jl. Dr. Wahidin

“Kata kuncinye jalur, agar kite ketemu pada jalur yang benar. Track nye tak lari kemane-mane.” “Pemuliaan pon berhasil dilaksanakan.”
“Kalo sudah mulia, itulah Rahmatan lil’alamin.”
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”
“Mari kite tebar kebaikan.
“Profesor hanya gelar. Tapi didepan sana gelar tak di pandang. Karena itu padang mahsyar.”

Bukan lebah sembarang lebah
Lebah bersarang di buku buluh
Bukan sembah sembarang sembah
Sembah bersusun jari yang sepuluh

Pantun ini beliau sampaikan saat: “Orasi Ilmiah Dalam Rangka Pengukuhan Guru Besar Bidang Manajemen Hutan (Pengelolan Sumber Daya Alam, Lingkungan, Karbon REDD+, dan Mitigasi Perubahan Iklim) Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Disampaikan pada SIDANG SENAT TERBUKA UNIVERSITAS TANJUNGPURA Tanggal 18 Maret 2020.”
Dengan Judul Orasinya: “Memperkuat Yurisdiksi Program Aksi Mitigasi Perubahan Iklim Berbasis Sosial Budaya, Ekonomi dan Lingkungan Komunitas: Kontribusi Indonesia untuk Dunia.”

“Dah Jadi Guru Besar punye tanggung jawab yang besar, itu amanah yang harus dilaksanakan.
“Agar: Nyawe boleh putos, dengan ilmu dan kebajikan pahale ngalir teros.”