Tentu, kegiatan yang telah dan akan dirancang selama satu bulan ke depan, menggunakan sistem online dan offline. Online menggunakan virtual meeting (webinar), sedangkan offline terbatas pada protokol Covid-19 dengan Physical Distancing, dan lainnya. Alhamdulillah kami bersyukur respon Bapak Walikota begitu baik, terhadap kolaborasi yang direncanakan akan berlangsung ke depan ini.

Di sisi lain, kami juga menguraikan beberapa hal terkait perkembangan perjuangan mengembalikan nama baik Sultan Hamid II. Menempatkan namanya dengan sepatutnya, sebagai Pahlawan Bangsa. Dan tetap mengajukan Sultan Hamid II sebagai Pahlawan Nasional. Kemudian tak kalah penting, beberapa gagasan-gagasan terkait wisata sejarah di Kota Pontianak menjadi pembicaraan kami. Seperti urgensi diadakannya Museum Lambang Negara Garuda Pancasila rancangan Sultan Hamid II, Tugu Garuda Pancasila, dan membangun kembali replika Tugu Pembantaian Jepang di Pontianak yang dahulu sempat diresmikan oleh Sultan Hamid II.

Kami, Yayasan Sultan Hamid II tentu siap, mendukung langkah pengembangan pariwisata di Kota Pontianak, khususnya di bidang kesejarahan, Sultan Hamid II dan Lambang Negara. Tentu dengan data yang valid, terstruktur, dan komprehensif. Apalagi, Bapak Walikota cukup konsen terhadap pengembangan wisata sejarah di Kota Pontianak ini.

Akhirnya, semoga rencana dan niat baik untuk lebih mengembangkan Kota Pontianak dari aspek pariwisata dan situs sejarah dapat berjalan dengan baik. Kemudian menjadi kekuatan dan spirit agar Pontianak – Kalimantan Barat lebih maju lagi, dan lagi.

Salam hormat kami,

Anshari Dimyati
Ketua Yayasan Sultan Hamid II.