Berbeda dengan kelas 1 dan 2, kelas 3 hanya terdiri dari 2 rombel, yaitu kelas A dan B. Kelas A diajak untuk mendengarkan cerita/dongeng dan menyimpulkan isi cerita, sedangkan kelas B diajak untuk mencintai perpustakaan. Kelas A diberikan properti seperti sebuah mahkota untuk anak-anak agar mereka semangat dan membayangkan masuk ke dalam suasana cerita kerajaan pada zaman dahulu. Kelas B diajak untuk merapikan buku-buku di perpustakaan. Mereka diajari cara menyusun buku dengan rapi, cara merawat buku karena buku adalah teman yang memberikan banyak manfaat dan harus dirawat agar tidak rusak.

Kegiatan-kegiatan membudayakan literasi seperti itu hendaknya menggugah banyak pihak, tidak hanya mahasiswa yang melaksanakan kegiatan pengabdian. Cinta membaca, menulis, dan bercerita harus dimulai sejak dini. Tidak hanya di sekolah, namun juga di rumah. Orang-orang tua sebaiknya mulai sadar bahwa kebutuhan utama anak tidak hanya makan, tapi juga pendidikan. Karena membudayakan literasi juga bisa dimulai dari rumah dari usia yang sangat dini.
(Mahasiswi PBSI Untan)
