Upacara selesai dan siswa pun mulai bubar untuk berteduh. Akan tetapi, siswa-siswa memadati halaman lagi dan membentuk lingkaran, ternyata jargon lomba Ranking 1 menarik perhatian mereka. Pemandu acara Rangking 1 menyebutkan soal-soal yang berkaitan dengan sejarah kemerdekaan dan bahasa Indonesia untuk dijawab oleh peserta yang berjumlah lima puluh orang. Sesi pertama, kedua, dan ketiga terlewati dan daftar pertanyaan banyak yang sudah dijawab. Akhirnya, di ujung perlombaan menyisakan seorang pemenang dengan predikat rangking 1 karena tidak pernah salah dalam menjawab soal yang diberikan oleh pemandu acara.

Lomba yang diadakan di aula juga tidak kalah seru. Pembacaan puisi dan pantun berdendang (tundang) berlangsung sangat meriah. Walaupun terdapat beberapa gangguan, namun hal tersebut dapat diatasi. Panitia penyelenggara acara yaitu mahasiswa merasa sangat terpukau karena lomba yang mereka adakan disambut dengan antusias. Bagaimana tidak? Ada siswa yang sempat pingsan karena didiskualifikasi panitia gara-gara sudah berkali-kali dipanggil tapi tidak datang untuk membacakan puisi.

Ternyata dia mendapatkan informasi yang salah tentang lokasi lomba pembacaan puisi. Peserta tundang sampai menyewa baju Melayu demi menampilkan persembahan terbaik. Bait demi bait pantun yang mereka dendangkan dalam bahasa Melayu Pontianak mampu membuat penonton berseloroh karena berisi hiburan, nasihat, dan sindiran. Iringan gendang, marakas, dan tamborin juga mampu membuat penonton bahkan juri ikut bergoyang.

kkn-pbsi-untan