Feature

Wicara Bang Midji: Dari Gelak Tawa Sampai Hibah

Wicara Bang Midji: Dari Gelak Tawa Sampai Hibah

Saya akan mulai dari nol. Historis. Dari A to Z. Bersambung tentunya.
Selain via berita atau artikel juga podcast. Tentu dengan desain infografis agar mudah dicerna dan dibandingkan. Misalnya Gedung SMA dapat hibah 22M hasilnya sebesar itu. 3 tingkat. Plus tingkat keempat sarana olahraga. Bandingkan dengan Gedung Kejaksaan Negeri. Hasil hibah Pemkot senilai 22M.

Sebagai jurnalis saya kenal secara kelembagaan di Mesjid Raya Mujahidin. Saya alumni SMP Mujahidin (1986-1989). Saya ikuti metamorfosis halaman kosong 1978 ketika diresmikan Presiden Soeharto.

Baca Juga:Loncek Baguas

Saya tahu hanya ada 1 Yayasan. Yakni Yayasan Mujahidin. Tidak pernah ada dua yayasan, yakni Yayasan Perguruan atau Pendidikan Mujahidin. Oleh karena itu data rilis salah besar. Media mengaplikasi rilis juga salah akbar. Lebih besar bin gede laiknya gempa bumi disusul tsunami. Tak ada cross check. Check and recheck. Balancing report.

Bahwa berita satu arah walaupun dari instansi resmi bukanlah pemegang otoritas kebenaran. Apalagi selaku alumni Mujahidin, aktif di Remaja Masjid Mujahidin sejak SMP sampai kini memonitoring RM dari sisi pers, saya haus berkontribusi membawa kebenaran sesuai cara kerja pers yang mengedepankan fakta. The fact is secret. Wilayah gue bingits ini.

***