Sedangkan kota mengolah bahan-bahan mentah yang berasal dari desa menjadi bahan-bahan setengah jadi atau mengolahnya sehingga berwujud bahan jadi yang dapat segera dikonsumsi.
Kegiatan utama penduduk desa berada di sektor ekonomi primer yaitu bidang agraris. Kehidupan ekonomi terutama tergantung pada usaha pengelolaan tanah untuk keperluan pertanian, peternakan, dan termasuk juga perikanan darat. Sedangkan kota merupakan pusat kegiatan sektor ekonomi sekunder yang meliputi bidang industri, di samping sektor ekonomi tersier yaitu bidang pelayanan jasa.
Lalu bagaimana dengan makanan yang disajikan di Desa Teluk Pakedai? Di Teluk Pakedai terutama Desa Selat Remis terdapat rumah makan yang menjadi primadona bagi sebagian masyarakat, sebab harga yang ditawarkan cukup murah bahkan bisa dibilang sangat murah.
Rumah makan tersebut milik seseorang yang bernama Kak Ida–begitulah masyarakat di sini memanggilnya. Dengan membayar Rp. 5000 maka kita bisa mendapatkan tiga piring nasi dengan sayur yang terserah kita termasuk tempe. Sedangkan minuman yang ditawarkan, terutama air putih, bisa diperoleh dengan Rp. 0 alias gratis.
Sambal yang disajikan merupakan sambal yang penulis rasa sangat segar, begitu pula dengan ikan dan sayuran yang juga tentu terasa segar, tidak terkontaminasi oleh zat apapun. Bagi penulis pribadi yang hidup di kota merasakan bahwasanya hal seperti ini sangatlah menarik. Tidak pernah penulis temukan di kota Pontianak.
(Priyo Setioko)
