Oleh: Nur Iskandar
Daerah ini Kalimantan Barat: istimewa. Istimewa yang nyata dalam pandangan mata.
Pertama, ia satu-satunya Provinsi dengan Ibukota yang dilintasi garis belah dunia–khaTULIStiwa. Adapun daerah lainnya di Sumatera adalah wilayah kabupaten, bukan ibukota. Sehingga Kota Pontianak sebagai ibukota Kalbar pun menjadi super-duper istimewa selain namanya Pontianak yang diperdebatkan antara Kuntilanak dan Pun Thian’a.
Kedua sungainya terpanjang di Indonesia. Sungai Kapuas. Sungai yang nyaris sama dengan Pontianak-Jakarta panjangnya. Kaya akan flora dan fauna. Kapuas juga mengikat bagaikan sabuk lintas kabupaten dan kota sejak dahulu kala. Sehingga wajar Kalbar adalah daerah istimewa.
Ketiga, keragaman etniknya. Keramah-tamahannya. Budayanya. Tak terhitung jika membuat list satu per-satu, termasuk sejarah para tokohnya.
Salah satu tokoh dalam sejarah Kalbar adalah Sultan Hamid II sang pemimpin Daerah Istimewa Kalimantan Barat (DIKB) dengan ‘selonggok’ ide-ide maju dan inovatifnya. Salah satu yang paling adiluhung adalah Lambang Negara Elang Rajawali Garuda Pancasila. Ia mesti disebut-sebut dalam HUT Pemprov Kalbar karena Allahyarham mewariskan langgam persatuan dan kesatuan Bangsa bersama Soekarno, Hatta, dan para founding fathers sezaman dengannya (1913-1978). Ia Menteri Negara pertama dari rahim Kalbar. Ia juga Gubernur pertama Kalbar dengan menjadi Kepala Daerah Istimewa Kalimantan Barat.
