“Jadi arah saya dari dulu, kepada persatuan kelompok Sunni dan Syiah,” katanya lagi.

Belakangan, persisnya pada Mei 2011 lalu, Jalaluddin dan beberapa orang mendirikan Majelis Ukhuwah Sunni Syiah Indonesia, Muhsin, pada Mei 2011 lalu, untuk mendekatkan dua mazhab Islam tersebut.

Namun demikian, ketika mempelajari dan mendalami dunia tasawuf itulah, Jalaluddin mengatakan: “Karena Syiah di sini minoritas, saya tentu berusaha mengenalkan Syiah ini, tidak seperti yang mereka tuduhkan”.

Di ujung perjalanannya, Kang Jalal yang pernah mendirikan pusat kajian tasawuf Yayasan Tazkiya Sejati, akhirnya sampai pada satu titik: “Akhirnya secara fikih dan akidah, saya sekarang ini Syiah”.

Selamat jalan, Kang Jalal… 😥

(Selengkapnya klik di sini: https://www.bbc.com/indonesia/laporan_khusus/2013/08/130820_tokoh_jalaluddin_rakhmat)

Keterangan foto: Usai wawancara khusus dengan Kang Jalal di rumahnya di Jakarta Selatan, Juli 2013, saya mengajak foto bersama. “Untuk kenang-kenangan, Kang Jalal,” kataku. (Penulis adalah jurnalis senior. Bekerja di CNN Indonesia. Naskah dikutip dari laman FB Heyder Affan)