Sahabat kami, Johan yang menetap di Amsterdam Netherland, menceritakan bahwa di sinilah generasi selanjutnya, Jean Remy Moet, menjamu Kaisar Nopeleon I atau Napoleon Bonaparte. Kata Johan, Epernay menjadi tempat singgah rutin Napoleon sebelum melanjutkan perjalanan ke Prusia.
“Karena seringnya sang kaisar berkunjung, Moet menyediakan ruangan khusus bagi Napoleon di Trianon yang memiliki pemandangan ke arah taman dan orangerie”, jelasnya.
Saya dan istri berkesempatan mengunjungi tempat ini. Gudang penyimpanan botol anggur milik dinasti Moet terletak di basement kediaman mereka di Avenue de Champagne, yang kata Johan menambahkan, usianya sudah lebih dari dua abad.
“Di tahun 1813 saja, gudang ini luasnya dua kilometer. Kini, Moet de Chandon memiliki gudang penyimpanan terbesar di Champagne, 28 kilometer, dan diperkirakan mampu menampung jutaan botol anggur”, ujarnya.
Untuk menjaga keaslian gudang penyimpanan yang temperaturnya secara alami sudah sempurna, 10 sampai 12 derajat Celcius, semua pekerjaan dilakukan secara manual dengan tangan. Termasuk untuk memasukkan botol ke tempat penyimpanan.

Di terowongan bawah tanah yang lembab dan dingin, deretan tempat penyimpanan yang berisi botol-botol yang ditata secara teratur. Kelihatannya, semua tempat penyimpanan ditandai dengan angka-angka tertentu, mirip dengan numerasi buku di perpustakaan. Kata Johan pula, hanya “orang dalam” yang bisa mengerti arti nomor-nomor itu.
Saya bertanya kepada Johan, jika suatu tempat penyimpanan yang lebarnya hanya sekitar empat sampai lima meter mampu menampung belasan ribu botol, berapa banyak botol untuk terowongan yang panjangnya 28 kilometer? Saya, istri dan Johan hanya tertawa renyah, namun kami tidak mencicipi minuman anggurnya … (*)
