in

“Welcome to Amsterdam!”

15 Km Anak Sungai Kapuas – Wisata Kampoeng Wakaf Serdam – Irisan Kota Pontianak dan Kubu Raya

masjid nurul hasan


Oleh: Nur Iskandar

Dari sebanyak-banyaknya program Kampoeng Wakaf yang digeber oleh Badan Wakaf Indonesia, maka inilah Kampoeng Wakaf terbesar di Indonesia yang diikat oleh satu anak sungai. Panjangnya 15 km sebagai tapal batas dua daerah tingkat dua. Sebuah irisan dengan batas alam sungai. Yakni Sungai Raya Dalam disingkat Serdam. Lokasi irisan Serdam oleh anak Sungai Kapuas sebagai sungai terpanjang di Indonesia ini sangat unik dan nyentrik dengan paket wisata relijiusitasnya. Bahkan menyentuh aspek perguruan tinggi, atau kampus. Jadi, wakaf tidak hanya cerita 3M yakni makam, mesjid dan madrasah, tetapi sebuah paket wisata syariah yang menarik. Menarik tidak hanya bagi kalangan muslim dan muslimat, tetapi sebanyak-banyaknya umat. Karena hanya dengan wakaflah, seluruh umat manusia bisa dirangkul lantaran egalitariannya.

wisata pontianak

Kita mulai dengan wakaf di muara Kapuas pada bibir terdepan Serdam. Di sini ada makam muslimin yang sangat luas dengan topografi air serta vegetasi sagu asli yang rimbun. Pengambilan gambar di sini sangat instagramable. Apalagi jika infrastruktur berupa turap dibangun dengan kopel-kopel tempat sandar kapal atau perahu bin sampan alias kano dengan penataan apik. Suasana tebing kota Venesia pun akan terasa di wisata wakaf yang satu ini.

Dalam kronik wisata ada petuah tiga hal, yakni how to see, how to do and how to get. Artinya apa yang bisa dilihat? Apa yang bisa dilakukan? Dan apa yang bisa didapat? Ketiga hal itu ada di sepanjang 15 km wisata wakaf yang diikat panorama sungai dan budaya di atasnya.

Di sekitar wakaf ini ada pabrik es dan pabrik ikan yang sudah tua. Ada unit penimbunan kayu cerucuk dan bengkel. Juga gapura selamat datang ke Kota Pontianak lantaran ada jalan protokol di atasnya, yakni Jalan Adi Sucipto–seorang dirgantara yang namanya ditabalkan sebagai pahlawan nasional–asal Jogjakarta. Nama yang juga diabadikan sebagai nama bandara di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Di kawasan wakaf muslim ini selain ada pabrik dan bengkel, juga Kantor Dispenda Provinsi, penjara anak dan dewasa, bahkan Rumah Sakit Daerah Dokter Soedarso. Dr Soedarso sendiri adalah pahlawan daerah yang berjuang sejak masa kolonial hingga masa Jepang dan membangun kemerdekaan dengan bidang kesehatan. Soedarso terlibat dalam rapat-rapat Medan Sepakat sebelum Dai Nippon Jepang memberantas para raja, alim ulama, cerdik-cendikia Kalbar hingga 21.037 jiwa yang kita kenal dengan Genosida Mandor Berdarah, 1942-1944. Genosida itu diperingati dengan pemasangan bendera setengah tiang setiap tanggal 28 Juni-1944-28 Juni hingga sekarang diperingati setiap tahunnya.

Baca Juga:  Forum TBM Kubu Raya Terbentuk, Literasi di Kubu Raya Semakin Menanjak

Wisata Kampoeng Wakaf Serdam dapat ditelusuri dengan moda transportasi darat dan air. Dengan jalan darat bisa bersepeda, bermotor, bahkan bermobil. Bus sekalipun bisa sampai ke lokasi paling ujung, mesjid Nik Salik, Desa Punggur Kecil. Di sana telah menunggu anak sungai Kapuas yang bermuara ke laut lepas–Sungai Punggur yang fully heritage.

wakaf ikhwanul mukminin
Foto kondisi Ikhwanul Mukmini diambil dengan jasa pesawat si kecil mungil drone

Di bagian kedua, turis domestik atau mancanegara bisa singgah di mesjid tertua di Serdam, yakni Ikhwanul Mukminin (1929). Selain mesjid ini indah dibangun di atas tanah wakaf, juga ada kampus Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS). Uniknya wakaf ini bertetangga dengan Gembala Baik–sebuah lembaga pendidikan bonafide milik Katolik dan selama ini adem ayem, toto tentrem, tanda toleransi dijunjung tinggi oleh para pendahulu hingga generasi sekarang ini. Juga ada kampus Stikes milik Perguruan Muhammadiyah bersebelahan dengan Jalan Utama Jenderal Ahmad Yani figur utama Pahlawan Revolusi–korban Gestapu–Gerakan 30 September 1965 dan kita peringati 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Soal pluralitas dan toleransi “were also” sama terasa sejak muara Serdam-Kapuas tadi, sebab hanya 300 meter dari titik wakaf Kesultanan Qadriyah, ada Mesjid Al Amiin yang bertetangga langsung dengan Pura Hindu Dharma sebagai rumah ibadah umat Hindu. Sebuah paket wisata toleransi yang ‘rrruar biasah’ untuk kelas Indonesia dan kaliber dunia. Ia semakin sempurna karena di perempatan Ahmad Yani–Polda–Gembala Baik ada dua vihara besar umat Budha yang dimakmurkan oleh masyarakat umumnya etnik Tionghoa. Tak terkecuali sebuah gereja Kristen di pertigaan Ahmad Yani-Serdam. Komplit-plit…

mesjid kapal munzalan mubarakan
Foto Munzalan Tower

Masuk ke dalam Serdam lagi ada wakaf hebat yang terdiri dari Madrasah dan Tsanawiyah Imaduddin. Wakaf pendidikan dasar tertua Serdam di mana sejak mula semua agama bisa belajar di sini. Juga Munzalan Mubarakan dengan tower tertingginya di Serdam–meliputi Rumah Sehat, Baitul Munzalan Indonesia, serta berbagai unit canggih-canggih khas anak muda brilian dalam berdakwah komposit dan sistemik. Sebuah gerakan wakaf simultan yang gerakannya telah menasional dan menginternasional. Di sini sudah banyak turis domestik dan mancanegara yang berdatangan. Dan biasanya, oleh imam Pondok Pesantren Munzalan Mubarakan Ashabul Yamin, Yayi Bang Bung Ben–Beni Sulastyo–tetamu diboyong ke gerakan dakwah di atas tanah wakaf besutannya yang super duper milenialis bernama Sulthan Annashira. Sebuah gerakan yang baru saja dimulai 3 bulan terakhir, namun sudah punya mesjid luas, pondok pesantren pria dan wanita. Bahkan dapur umum, juga panggung kreasi seni-budaya. Di sini juga ada unit taman-tanaman agronomi. Instragramable sekali. Apalagi dalam pengembangannya nanti ada Taman Informasi Teknologi open akses 1×24 jam. Juga lapangan tembak panahan sekaligus pacuan kuda. Santriwan-santriwati Sulthan Annashira dengan cepat bisa hapal quran 30 juz dalam beberapa bulan saja. Di sini metode hapal Quran dikembangbiakkan sebagai lab muda belia. Khusus menyentuh muda milenial.

ponpes sultan annasira

Masuk ke dalam lagi ada perumahan TOP Munzalan Residence di mana tetamu bisa inap di sini. Juga pemandangannya apik dengan sunset yang bagus serta pengembangan wakaf ternak bersama wakaf terintegrasi pendidikan Mesjid Nurul Hasan. Tetamu bisa melihat pengembangan kambing yang saban tahun dibutuhkan umat Islam buat ibadah kurban. Mengenang sejarah fenomenal Ibrahim, Ismail dan Siti Hajar. Terhubung kisah hingga pembangunan kiblat, kakbatullah, serta syariat haji dan umrah. Di sini juga dikembangkan dakwah dwilingual Arab-Inggris bersama Kampoeng English Poernama Cq Binabud Chapter Kalimantan Barat.

Baca Juga:  Forum TBM Kubu Raya Terbentuk, Literasi di Kubu Raya Semakin Menanjak

Di ujung wisata wakaf ini ada mesjid Nik Salik yang sama dengan muara kapuas di atas. Ini mesjid juga di muara Sungai Punggur yang eksotis. Sangat transparan dengan air gambut. Juga pasang surut air laut Kalimantan vs Laut China Selatan. Sisi eksotis alamiah ini akan semakin paripurna jika rabat beton jalan diperlebar. Juga tebing sungai dirabat beton sehingga tidak habis tergerus abrasi.

lele masjid sultan annasira

Potensi Kampoeng Wakaf terpanjang di seluruh Indonesia, bahkan mungkin dunia ini menjadi paket yang amat sangat menarik jika ditata schedule budaya di atasnya semisal budaya khatamul quran dengan ‘pokok teloknya’. Budaya bersampan dengan ‘pengayoh dan tambal ale-alenya’. Begitupula seluruh hasta karya yang bisa disuguhkan dalam bentuk kuliner dan kerajinan tangan. Home industri akan menggerakkan roda ekonomi sehingga makna sosial wakaf semakin tumbuh dan berkembang di mana ritual dan spiritual kawin mawin dengan aktivitas sosial. Dalam sosialita di area sepanjang 15 km itu plural sekali. Cair seperti air yang mengalir.

Baca Juga:  Forum TBM Kubu Raya Terbentuk, Literasi di Kubu Raya Semakin Menanjak

Konsepsi dan pengembangan paket wisata di Kampoeng Wisata Wakaf ini diinisiasi oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kalimantan Barat dengan berkoordinasi dengan BWI Kota dan BWI Kabupaten Kubu Raya serta para nazir di atas titik-titik wakaf tersebut di atas sehingga bisa dikemas apik secara infrastruktur maupun suprastrukturnya dari tahun ke tahun melibatkan multistakeholder. Selain Masyarakat Ekonomi Syariah, juga Ekosistem Wisata Syariah. Stakeholder utama tentu saja Pemkab, Pemkot, Pemprov dan Pempus. Pembaca yang dimuliakan Allah–Tuhan Yang Maha Kasih tak pernah pilih kasih, Tuhan Maha Sayang yang sayang-Nya tak terbilang, di sepanjang wisata wakaf eksotis di atas 15 km masih ada beberapa titik yang bisa dikombinasi seperti mercusuar Darunnajah, dan berbagai Pondok Pesantren yang bertumbuh di antara kedua bibir Sungai Raya Dalam alias Amsterdam–Ahmad Yani Masuk ke Sungai Raya Dalam. (Penulis adalah pegiat literasi wakaf – wakaf literasi. Anggota BWI Kalbar bidang wakaf produktif. CP-WA 08125710225)

Written by Huntung Dwiyani

Foto tim Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Barat dan BWI serta nazir plus Dewan Kemakmuran Mesjid Sirajul Islam Jumat 27.11.20 Ashar

Sirajul Islam Wakaf Produktif Melahirkan Bawari dan Ulama – Rektor Unisba

workshop bwi

3 Jam Bersama Dirjen Ziswaf: Figur Jago Pantun dan Maestro Memancing Ikan