Community

“Welcome to Amsterdam!”

“Welcome to Amsterdam!”
wakaf ikhwanul mukminin
Foto kondisi Ikhwanul Mukmini diambil dengan jasa pesawat si kecil mungil drone

Di bagian kedua, turis domestik atau mancanegara bisa singgah di mesjid tertua di Serdam, yakni Ikhwanul Mukminin (1929). Selain mesjid ini indah dibangun di atas tanah wakaf, juga ada kampus Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS). Uniknya wakaf ini bertetangga dengan Gembala Baik–sebuah lembaga pendidikan bonafide milik Katolik dan selama ini adem ayem, toto tentrem, tanda toleransi dijunjung tinggi oleh para pendahulu hingga generasi sekarang ini. Juga ada kampus Stikes milik Perguruan Muhammadiyah bersebelahan dengan Jalan Utama Jenderal Ahmad Yani figur utama Pahlawan Revolusi–korban Gestapu–Gerakan 30 September 1965 dan kita peringati 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Soal pluralitas dan toleransi “were also” sama terasa sejak muara Serdam-Kapuas tadi, sebab hanya 300 meter dari titik wakaf Kesultanan Qadriyah, ada Mesjid Al Amiin yang bertetangga langsung dengan Pura Hindu Dharma sebagai rumah ibadah umat Hindu. Sebuah paket wisata toleransi yang ‘rrruar biasah’ untuk kelas Indonesia dan kaliber dunia. Ia semakin sempurna karena di perempatan Ahmad Yani–Polda–Gembala Baik ada dua vihara besar umat Budha yang dimakmurkan oleh masyarakat umumnya etnik Tionghoa. Tak terkecuali sebuah gereja Kristen di pertigaan Ahmad Yani-Serdam. Komplit-plit…