Dalam implemetasi dan prakteknya disebutkan dalam Piagam Madinah, Konstitusi Madinah: Pasal 26: “… Bagi kaum Yahudi diberi kebebasan menjalankan agamanya, dan bagi umat Islam diberi kebebasan menjalankan agamanya. (وأن يهود بني عوف أمة مع المؤمنين لليهود دينهم وللمسلمين دينهم)

2. Memahami dan menghormati identiatas, simbol dan ajaran setiap agama.

Dalam al-Qur’an, Allah melarang:
وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ
Dan janganlah mencaci maki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan mencaci maki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. (QS. al-An’am: 108).

3. Mengedepankan persamaan dan persaudaraan

Dalam Piagam Madinah pasal 1: Sesungguhnya mereka (warga negara Madinah) adalah satu umat (bangsa), bebas dari kekuasaan) manusia lainnya. (أنهم أمة واحدة من دون الناس).

Pasal 18: وأن كل غازية غزت معنا يعقب بعضها بعضا
(Setiap penyerangan yang dilakukan terhadap kita (negara) merupakan penyerangan terhadap semuanya, antara satu golongan dengan golongan lainnya harus saling memperkuat).

Demi kepentingan negara yang lebih besar, maka seluruh identitas dan perbedaan harusnya lebur dalam satu kepentingan yang sama, yaitu untuk negeri NKRI.

4. Membangun komunikasi dan bahasa yang santun dan beradab

Dalam al-Qur’an diajarkan dengan bahasa dan komunikasi yang santun dan beradab sesuai dengan konteksnya masing-masing:
Ada bahasa قَوْلاً بَلِيغًا (qaulan balighan) artinya perkataan yang berbekas pada jiwa mereka (QS. an-Nisa: 63),
قَوْلاً لَيِّنًا
(qaulan layyinan) artinya kata-kata yang lemah lembut (QS. Thaha, 20: 44),
قَوْلاً مَعْرُوفًا
(qaulan ma’rufan) artinya kata-kata yang ma’ruf, sopan, dan terhormat (QS. al-Baqarah: 235)
قَوْلاً سَدِيدًا
(qaulan sadidan) artinya perkataan yang benar dan tepat sasaran (QS. an-Nisa: 9),
قَوْلاً كَرِيمًا
(qaulan kariman) artinya perkataan yang mulia, penuh kebaikan dan kehormatan (QS. al-Isra’: 3),
dan قَوْلاً مَيْسُورًا (qaulan maysuran) artinya perkataan yang mudah, tidak menyinggung perasaan, membangkitkan harapan dan semangat optimisme (QS. al-Isra’: 28).