Ternyata Bansos Covid untuk Jabodetabek. Teriakan keras aspirasi Kalbar lewat surat, webinar, sastra-budaya hingga pemasangan bendera Sultan Hamid II Alkadrie Pahlawan Nasional Sang Pemersatu Bangsa yang masih terpacak hingga hari ini tidak digubris. Mensos yang semestinya kasih TP2GD presentasi di TP2GP tutup mata. Tutup telinga. Tutup seluruh fentilasi. Di sini terlihat antiklimaks. Di satu sisi Yayasan Sultan Hamid II Alkadrie berjuang gigih tanpa duit demi membumikan Pancasila, sementara Mensos dengan logo Lambang Negara Elang Rajawali Garuda Pancasila menggerogoti Pancasila. Himpun duit miliaran. Korupsi. Ia menyusul Menteri Kelautan dan Perikanan. Korupsi ini mendestruksi nilai nilai kejuangan para pahlawan nasional. Pahlawan berjuang untuk bangsa tanpa pamrih. Termasuk Sultan Hamid II Alkadrie.

Nilai Elang Rajawali Garuda Pancasila rrrruar biasah hebatnya. Sejak jumlah bulu, kepak sayap, palingan wajah, tameng, perisai, hingga seloka Bhinneka Tunggal Ika. Kurang apa? Figur yang bersih dari korupsi bangsa. Ia justru dipenjara dari kelebat fitnah yang selama sidang 1950-1953 tidak terbukti bersalah atas makar APRA Westerling di Bandung. Inikah karma? Boleh jadi iya. Maka 2021 ini tak usahlah karma itu berlanjut seperti kutukan Keris Pusaka Empu Gandring atas Kerajaan Singosari yang mencapai tujuh generasi. Kita ulas ini karena kita cinta Ibu Pertiwi. Kita tetap “full spirit” membumikan Pancasila. Lawan korupsi dan pandemi serta resesi ekonomi. Berpancasilalah dengan sesungguhnya dan sepenuh hati. Etos kejuangan para pahlawan jangan dikorupsi dengan hipokrisi.

kegiatan seminar sultan hamid II