Oleh: Yusriadi
Untaian kata-kata indah nan puitis tentang lebaran mulai terbaca. Pesan itu, ada yang diikirim teman langsung ke nomor pribadi, ada juga yg dikirim secara kolektif lewat group.
Ada pesan yang mengundang senyum, membangkitkan ingatan tentang tradisi bersastra dalam masyarakat Melayu, serta mengingatkan pewarisan khazanah budaya generasi terdahulu.
Ada pesan yang mengundang kagum karena kepiawaian penyusunnya merangkai kata bermadah. Selain, kadang-kadang ada pesan yang dilewatkan tanpa tancapan kesan.
Tentu, itulah uniknya bangsa dan bahasa masyarakatku. Sastra selalu penting, dan akan dianggap penting. Bahasa yang indah dapat menjadi media titipan untuk pesan-pesan khusus; kadang-kadang dapat diterima dengan mudah untuk menyampaikan isi hati yang menggumpal, atau, memperantarai adat yang rumit.
Tradisi masih terus bertahan, dari generasi ke generasi. Hidup dengan cara yang khas.
Jika dahulu, bahasa indah ini hidup dan berkembang secara lisan, ketika bumi berselimut malam, ketika mata masih enggan terpejam, ketika pendidikan dicapai seadanya–bahkan oleh orang-orang yang buta aksara.
Sekarang, bahasa indah itu hidup di bawah terang benderang kehidupan, dalam tradisi hape pintar dan canggih –yang enggan membuat orang berpisah dengannya walau sesaat, dalam masyarakat terdidik dan berliterasi.
