Menarik dalam ungkapan perspektif pendidikan Pak Ayub terdapat penyebutan istilah menulis tegak bersambung, istilah yang bisa jadi sudah kurang akrab dalam pendidikan era sekarang ini. Dapat dimaklumi karena metode ini sudah tergeser oleh keberadaan perangkat elektronik yang memudahkan untuk menulis, seperti komputer jinjing (laptop). Sementara itu, menulis tegak bersambung berdampak sensor motorik kasar dan halus pada anak didik.
Kemudian, Pak Ayub mengungkapkan prinsip yang diambil selama ini setelah ungkap pendidikan masa lalu. Kemungkinan besar prinsipnya terdapat pengaruh dari metode ajar para guru di masa lalu. “Hidup tidak apa adanya, tetapi apa adanya”, ungkap Pak Ayub, berlanjut kepada apa yang selama ini dialami sebagai pribadi berprinsip, yaitu dengan prinsip keterbukaan dan keadilan. Menariknya, prinsip itu dijalani dengan membangun komunikasi yang baik.
Komunikasi yang baik menjadi pola timbal balik interaksi sosial, secara sosial tetap terjaga harmonisasi meski tengah terjadi ketegangan, seperti halnya konsep manajemen konflik. Secara individual, sebagai kontrol diri agar tetap dan mudah kembali pada koridor semestinya sesuai fungsi yang dijalani. Gaya komunikasi seperti ini menjadikan Pak Ayub untuk tidak malu bertanya sekalipun dengan orang di bawahnya, demi menyelesaikan apa yang dialami.
