Puisi adalah jalan sastra yang merupakan media ampuh dalam mengungkapkan segala kegelisahan dan kemarahan secara konotatif. Dengan simbol, lambang dan kiasan, untuk menyampaikan maksud dan tujuan. Kedalaman maksud berbungkus keindahan diksi dan gaya bahasanya. Dalam bahasa Al Quran ini dikenal perkataan yang baik (kalimat thayibah) yaitu perkataan yang diumpamakan seperti pohon yang akarnya dalam terhunjam di dasar bumi, dan cabangnya menjulang hingga ke langit. Dari pohon tersebut menghasilkan buah pada setiap waktunya. (Qs. Ibrahim:24-25)
Pohon yang kuat akarnya melambangkan ketulusan kalimat yang disampaikan, karena keluar dari lubuk hati yang dalam. Di dalamnya mengandung pesan kebenaran yang otentik. Sedangkan cabangnya menjulang hingga ke langit, ini perlambang bahwa kalimat yang baik itu mestinya berisi muatan nasihat, menginggatkan akan kebenaran yang diajarkan Tuhan YME. Karena hanya dari pohon yang baik dan suburlah akan menghasilkan buah yang berkualitas. Buah disini dapat dimaknai, dari kata-kata nasehat yang baik, kalimat yang pantas dan lembut, menghasilkan pengajaran dan nasehat yang berguna. Sekaligus peringatan agar kita selamat dari sesuatu yang buruk.
Pilihan menulis puisi oleh Sang Ustadz boleh jadi dimaksudkan dan terinspirasi dari pemikiran di atas. Cara halus menasihati dan memberikan peringatan, dengan maksud agar kita semuanya selamat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Wallahu a’lam bi shawab***(Penulis adalah Dosen IAIN Pontianak)
