Eh rejim penganut unitaris nih yg dikenal dengan golongan Republik yg jadi penguasa baru NKRI pun tak senang benar masyarakat Kalbar mengenang sejarah ribuan orang Kalbar dibunuh Jepang 1942 – 1945. Monument peringatannya di Kota Pontianak dirobohkan.
Secara politis mengapa lah merasa dirugikan jika masyarakat Kalbar melaksanakan peringatan nya tiap tahunnya sejak 1947?
Baru dijadikan Hari Berkabung Daerah sesuai dengan Perda No 5 Tahun 2007.
Tolonglah pihak2 yang selalu memojokkan Sultan Hamid II mikir berandai2 Negara Federasi Kalbar tidak bergabung dengan Indonesia? Apa kerugiannya buat Indonesia?
Heran, 75 tahun merdeka.
Zaman ORLA didzalimi.
Zaman ORBA belum lagi dipulihkan nama baiknya.
Eh… Zaman Reformasi masih ada yang sanggup mengatakan beliau Pengkhianat Bangsa.
Maksud dari 12 Kesultanan Kalbar dan para Temenggung Dayak bergabung dengan Indonesia mengingat pertalian darah kekerabatan bersama2 untuk memajukan Nusantara.
Apalagi Etnik Melayu adalah campuran ras dayak dengan Nusantara lainnya (Semenanjung Kamboja Vietnam, Bugis Banjar Aceh Jawa dsb termasuk Arab Cina Belanda).
Eh bergabung dengan Indonesia dalam RIS dikhianati pula.
===============
Foto2 ini adalah peresmiaan Tugu peringatan Kekejaman Jepang di Kalbar 1942 – 1945 di Kota Pontianak (Alun2 Kapuas)

Diprakasai seluruh keluarga korban kekejaman genosaida semua etnis Kalbar dari semua kalangan dari jelata bangsawan, raja, tetua adat, cerdik pandai termasuk dari etnik Keturunan Tionghoa, Indo Belanda yang diresmikan Gubernur Jenderal Hindia Belanda H J Van Mook (Waktu itu Negara Federasi DIKB belum bergabung dengan Negara Indonesia Proklamasi 17 Agustus 45).
* Penulis adalah guru di pedalaman Kalimantan, SMP Belitang.
