Langit, bumi, dan segala sesuatu yang berada di antaranya kini mulai menampakkan keadaannya yang jauh berbeda. Lebih bersih, terang, dan bercahaya. Polusi mereda dan sampah-sampah berkurang walaupun masih tetap ada diproduksi setiap hari oleh para manusia yang saban hari sibuk makan, minum, menyetir, dan tetap hendak berkarya.
(Ditambah kini buangan sampah-sampah masker penutup muka yang hanya dipakai sekali ganti saja).
Gerakan para Utusan Kasat Mata ini pasti akan berakhir tentunya. Namun tak ada yang tahu percis kapan waktu itu percisnya tiba. Mungkin setelah para manusia serakah penghuni bumi kecil ini telah merasa lelah dan meminta ampun untuk tiada mengulangi kecerobohannya. Mungkin, namun ‘ntah itu kapan!
Yang jelas, kini para insan pun menyadari pentingnya sinar sang Surya. Yang tak biasa berjemur, mulai berubah perilaku. Kini, setiap pagi, Sang Surya ditatap, dicinta, dan dirasa.
Yang tak pernah mencuci tangan, kini mulai memperhatikan keindahan dan keberuntungan memiliki 10 jari yang lentik tanpa bakteri dan kotoran.
Yang jelas, para Utusan Kasat Mata kini sedang melakukan sebuah Revolusi Mental terhadap umat manusia yang telah terlalu sombong dengan kebebasan hak hidup yang dimilikinya sejak lahir, namun yang selalu melupakan tanggungjawabnya terhadap alam semesta!
(8 April 2020)
