Menurut saya tuduhan terhadap Sultan Hamid II akibat berkembangnya perbedaan antara Sukarno dan Sultan Hamid II yang menciptakan narasi skenario dimana Sultan Hamid II yang menganut paham Federalis dan Sukarno yang berpaham Negara Kesatuan dan dikaitkan dengan apa yang dilakukan Raymond Westerling sebagai kesempatan untuk meningkirkan Sultan Hamid II oleh pihak yang memanfaat perbedaan pemahaman antara Sukarno dan Sultan Hamid II.
Kenapa bisa terjadi demikian?
Coba kita buat analisah dengan kondisi Indonesia pada saat ini yang stabilitas politiknya masih belum stabil dan terjadi berbagai konflik kepentingan yang terus berkembang. Sultan Hamid II adalah satu-satunya perwira Tinggi KNIL yang paling berpengaruh setelah kemerdekaan RI,apalagi juga merupakan perancang dan pencipta lambang negara,tentunya menjadi sebuah prestasi dan nilai tersendiri dalam menjalankan perannya,ditambah pada saat itu Kalimantan masih belum secara resmi masuk sebagai bagian dari Republik Indonesia,dan Sultan Hamid II merupakan raja yang memimpin kerajaan dikota Pontianak(Borneo Barat).
Tentunya kita tidak bisa menjadikan satu dan dua orang saja sebagai acuan dan barometer kebenaran tentang Sultan Hamid II,apalagi tidak bisa objektif seperti halnya Anhar Gonggong,yang kebetulan menjadi salah satu panitia pemberian gelar Pahlawan Nasional.
Tentunya dalam hal ini agar tidak terus menjadi polemik dan membingungkan masyarakat Indonesia dan Khususnya Kalimantan Barat,ada baiknya pemerintah membuat tim khusus yang terdiri dari orang-orang dan sejarahwan yang objektif dan tidak memiliki konflik kepentingan dalam investigasi serta mendalami dan meluruskan sejarah agar jangan sampai dibelokkan oleh kepentingan pribadi dan politik semata.
