in

Prof Meutia Hatta–Putri Sang Proklamator akan Ikuti Webinar AGSI dengan Tema Sultan Hamid

WhatsApp Image 2020 07 04 at 12.10.18
Prof Dr Meutia Hatta, guru besar di Universitas Indonesia, anggota dewan gelar kepahlawanan RI. Foto dok internet


teraju.id, online Putri Sang Proklamator Hatta, Prof Dr Meutia Hatta menyatakan dirinya akan mengikuti webinar Asosiasi Guru Sejarah Seluruh Indonesia (AGSI) tentang Sultan Hamid Sang Perancang Lambang Negara yang terus dituding sebagai pengkhianat negara ketimbang pahlawan nasional.

Penegasan ikut webinar itu disampaikan Prof Meutia Hatta kepada Ketua AGSI, Sumardiansyah Perdana Kusuma, Sabtu, 4 Juli 2020 pagi.

“Saya mendaftar. Tapi sulit masuk ke link AGSI mungkin sudah penuh slotnya,” begitu kata Prof Meutia seperti dikutip Presiden AGSI Sumardiansyah via telepon WhatsApp kepada teraju.id. Untungnya antara Meutia Hatta dan Sumardiansyah sudah saling kenal, sehingga pendaftaran lancar.

Sementara itu narasumber utama di Webinar besok, Ketua Yayasan Sultan Hamid, Anshari Dimyati, SH, MH menyatakan bahwa putri Sang Proklamator adalah anggota dewan gelar.

“Semoga dengan webinar besok, semua pihak makin paham sejarah perjuangan Sultan Hamid karena buku-buku yang beredar umumnya adalah hasil fait acomply penguasa saat itu,” tuturnya. (kan)

Baca Juga:  Romanus Ndau: Kalbar Provinsi Informatif di Luar Jawa

Written by Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

WhatsApp Image 2020 07 04 at 12.08.49

Kenangan Ketua Yayasan Sultan Hamid bersama Putri Sang Proklamator

WhatsApp Image 2020 07 04 at 15.09.23

“Big Magic”