Jadi, yang dalam tubuhnya membawa virus corona, adalah mereka yang mengidap tapi belum kelihatan sakit. Kita tahu secara epidemiologis, di antara satu pengidap virus ada lebih 10 orang yang berpotensi tertular. Lalu dari yang sepuluh sudah tertular masing-masing menulari lagi 10 lainnya menjadi 100 yang tertular.
Jahatnya virus corona adalah karena daya tularnya yang tinggi dibanding sekerabat corona lainnya. Namun untungnya, angka kematian corona virus tetap hanya 2 persen saja dibanding SARS yang bisa 15 persen.
Jadi sesungguhnya terhadap corona lebih penting upaya pencegahan bagi masyarakat. Berjaga-jaga barangkali ada pengidap virus berkeliaran di tempat publik. Dan itu tidak banyak. Lebih penting tidak ke tempat publik kalau tidak perlu. Pakai masker hanya kalau ke tempat publik di wilayah yang sudah ada kasusnya. Kalau dilaporkan sudah ada 2 kasus positif di Depok, artinya wilayah itu yang kemungkinan sudah ada penularan ke sejumlah orang, seturut perhitungan epidemiologis, dibanding wilayah lain yang belum ada kasus.
Perlu ditelusuri pula, ke mana saja tamu Jepang penular 2 kasus itu alibi jejaknya, selain 2 kasus ini juga sudah singgah ke mana dan berada di mana setelah bertemu tamu Jepang yang sakit itu. Ditelusuri pula di RS Depok tempat 2 kasus pernah berobat sudah bertemu dengan siapa saja, suster dan dokter siapa, berada di ruangan mana. Itu semua untuk melakukan surveilans supaya jejak-jejak pengidap bisa dibersihkan.
