Publik sontak. Pesan baliho kedua kader PDIP ini kontras. Lazarus ada penggunaan logo partai dan Megawati di layar sosialisasinya sejak awal, sedangkan Karol yang baru dilantik sebagai Bupati Landak, 2017, sejak awal baliho dipasang memang menonjolkan teks mohon doa restu. Tak ada embel-embel logo partai maupun foto Ketum PDIP Megawati selain foto wajahnya yang cantik.
Wajar publik bertanya-tanya. Siapa gerangan pengguna perahu PDIP yang secara de facto tak butuh koalisi lagi karena mempunyai 15 kursi di DPRD Kalbar? Lazarus, ataukah Karol?
Di tempat terpisah ada pernyataan keras dari Gubernur Cornelis. “Orang lain saja dididik, apalagi anak sendiri.” Hal ini menunjukkan arah dukungan kepada si sulung Karol untuk menggunakan perahu PDIP yang dipimpinnya di DPD Kalbar. Pernyataan tersebut linier dengan pernyataan Cornelis jauh-jauh hari bahwa PDIP akan mencalonkan kader terbaik dari internal partai. Apalagi secara de facto, Karol dua kali terpilih sebagai anggota DPR RI dengan suara mayoritas ketimbang politisi lain. Tidak hanya di Kalbar, juga di level nasional masuk papan atas. Dia bersaing keras dengan Ibas sang putra Ketum Partai Demokrat, SBY dan Puan Maharani yang kini Menkokesra, putri Ibu Megawati Soekarno Putri. Dus, ditambah hasil sejumlah lembaga survey yang dilansir ke publik, bahwa Karol punya elektabilitas yang sudah sangat baik. Di mana di dalam tayangan hasil survey, sosok yang punya elektabilitas tinggi di Kalbar ada dua figur, yakni Karol dan Sutarmidji. Keduanya memang tokoh publik yang populis, sehingga mencuat namanya sebagai figur yang punya elektabilitas tertinggi di Kalbar.
