Kekuatan di balik Karol, yakni ayahnya terlihat nyata. Beliau punya Plan B. Jika saja DPP PDIP tidak merestui putrinya sebagai Cagub, maka dia telah melobi parpol lainnya. Cornelis merpat ke kubu Prabowo yang memimpin Gerindra. dan Gerindra pun mengusung Karol sebagai Cagub. Di sini terbuka celah koalisi dengan menggunakan perahu lain.

Dalam gugus Plan B melalui Gerindra ini, Cornelis masih punya pilihan koalisi bersama Hanura yang dipimpin sahabatnya, Oesman Sapta. Koalisi partai-partai belakangan ini cukup buat DPP PDIP ketar-ketir.

Buah dari jurus politik jitu yang dimainkan Cornelis tampak buahnya. Pertama, kedatangan Sekjen PDIP Hasto kemarin. Menyusul kedatangan Menhub Jonan dengan memberikan bekal oleh-oleh berupa terpilihnya Kalbar sebagai tuan rumah Natal Nasional 2017.

Apalagi oleh-oleh ini artinya buat kontestasi Pilgub 2018 selain tanda bahwa restu DPP akan jatuh kepada Karol? Apa artinya Natal Nasional 2017 di Kalbar menjelang Pilgub 2018 selain upaya memfasilitasi hajad politik akbar bagi PDIP yang berpihak kepada Cornelis untuk bisa tampil sebagai pemenang? * (Penulis adalah pemimpin redaksi teraju.id)