Oke, itu eksplanasi secara simbolik. Kami juga ingin menjelaskan ikon J yang berpayungkan sinyal yang mendunia. J adalah jurnalisme yang kami usung itu jujur, jernih, jenius, namun jenaka pun bisa. Semoga dengan ikon J, teraju terus melaju, tenjak dan terus terang teraju tenjak terus. Ibarat kelayang di angkasa, ia gagah di tengah cakrawala sekaligus memantau segenap peristiwa yang terjadi di atas persada Bumi Khatulistiwa.
Kami peluncuran perdana (softlaunching) pada tanggal 16/8/16. Ini adalah angka yang baik dan maknawiah. Ia berpasang-pasangan. 16/8/16. Dilaunching pada pukul 8 malam pula. 8+8 sama dengan 16. Bulan 8 kita kenal di Indonesia sebagai bulan kemerdekaan. Pers mengusung kemerdekaan berpikir, berpendapat dan berekspresi. Ini ruh daripada demokrasi.
Kami juga punya tagline yang filosofis 4+4 = 8 yakni kata dan kita. Oleh karena itu kami padukan dalam satu tagline atau motto alias semboyan sebagai Kata Satukan Kita. Words Unite Us!
Si Burung Merak, Wahyu Sulaiman Rendra dengan kalimat puitis berseru indah, “Kesadaran adalah matahari//Kesadaran adalah bumi//Keberanian menjadi cakrawala//Dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata//. Nah, kata menyatukan kita. Karena kata-kata kita menuntut penjuangan dari kita semua. Kita sebagai kita yang kolektif kolegial. Bukan ana, aku, saya, individualistik, dan ananiah. Ego sektoral itu kita singkirkan. Yang ada adalah kita. Yang bersemi adalah kebersamaan–kegotongroyongan. Inilah falsafah hidup Indonesia yang eksis sejak zaman purba, jauh masa sejak dahulu kala sampai kini kita nikmat hidup di alam merdeka!
