Oleh : Febian Rachmad
Dilarang tidur di Masjid….
Dilarang membawa makanan di Masjid…
Anak kecil dilarang ribut…
Kalimat di atas adalah kalimat yang begitu familiar di penglihatan kita, kita begitu sering menjumpai kalimat tersebut di beberapa Masjid yang ada di kota ini.
Singkat cerita, beberapa waktu yang lalu saya begitu kelelahan, apalagi saat itu sedang panas terik ditambah lagi saya sedang Shaum, kemudian saya memutuskan untuk pergi ke Masjid untuk melaksanakan Sholat Dzuhur sembari beristirahat di sana.
Setelah selesai melaksanakan Sholat Dzuhur saya pun menuju ke pojokan agar bisa tidur di sana.
Disaat saya mau memejamkan mata tiba-tiba seorang lelaki yang sudah berumur membangunkan saya seraya berkata
“Adek gak lihat tulisan itu” (Sambil menunjuk ke arah tulisan ‘Dilarang Tidur Di masjid’)
Duhh kesal rasanya, baru aja mau terlelap tiba-tiba dibangunkan… Kalau kata orang Pontianak, ‘manas tak belawan’.
“Iyaa pak, maaf yaa” (Tetap stay cool walaupun hati sedang dongkol)
Akhirnya saya pergi dengan membawa rasa kesal di dalam hati sambil bergumam, “kok Musafir dilarang tidur di dalam Masjid sih”.
Karena rasa kesal inilah yang mendasari saya untuk membuat tulisan ini, maka dari itu saya ingin berpesan kepada takmir Masjid yang membaca tulisan ini.
