Teraju.Id, Pontianak – Aktifnya sejumlah pegiat masyarakat dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi selalu disejajarkan dengan tata kelola lingkungan hidup yang berkelanjutan sekaligus plural, majemuk, heterogen, atau inklusif. Indonesia yang terdiri dari beragam suku dan agama menggemakannya ke dalam seloka Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014, Indonesia memberi prioritas pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk penguatan daya saing perekonomian serta peningkatan kemampuan ilmu dan teknologi. Agar kesejahteraan rakyat meningkat, Indonesia melakukan pembangunan ekonomi yang berlandaskan pada keunggulan daya saing, kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia, serta budaya bangsa.
Untuk mewujudkannya, Indonesia menguatkan tiga pilar strategi pembangunan, yakni pro-pertumbuhan, lapangan kerja, dan masyarakat miskin, dengan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
Sejalan dengan strategi pembangunan tersebut, pemerintah menyambut baik peluang bersaing untuk mendapat hibah kompetitif Compact yang dikelola oleh Millennium Challenge Corporation (MCC) Amerika Serikat. Peluang kerjasama ini semakin dimungkinkan karena Pemerintah Indonesia dan MCC memiliki misi serupa mengenai pengentasan kemiskinan. Misi MCC adalah menanggulangi kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
