Community

Ujian Sekolah dan Kesenjangan itu…

Ujian Sekolah dan Kesenjangan itu…

Oleh: Yusriadi

“Kepada dewan guru diharapkan membawa laptop untuk try out ujian…”
Itulah bunyi pengumuman yang tertulis dengan spidol tinta hitam di white board yang tertempel di ruang guru di sebuah sekolah menengah atas swasta di daerah Kubu. Saya terbaca tulisan itu karena masuk dan duduk sekian lama di di kursi tunggu di ruang itu. Jika dari luar, tulisan itu tidak akan terlihat. Papan tulis terpasang di dinding bagian dalam di kiri pintu masuk.

Tulisan ini mengundang perhatian saya karena beberapa hal. Pertama, pengumuman itu mencerminkan ketiadaan fasilitas sekolah. Sekolah, “mungkin” tidak punya komputer atau laptop yang bisa dipakai untuk keperluan siswa. Labnya, apa kabar?

Kedua, tulisan itu membayangkan kemungkinan siswa sekolah ini tertinggal jauh dibandingkan sekolah di kota. Hanyalah sebuah mimpi melihat siswa belajar menggunakan fasilitas itu. Sangat mudah menebak bahwa siswa di sini tertinggal dalam bidang teknologi.

Ketiga, pengumuman itu membayangkan betapa guru di sekolah ini harus berkorban ekstra, “menyumbangkan” fasilitas pribadi untuk siswa. Sesuatu yang harus dilihat sebagai hal yang luar biasa, melengkapi pengorbanan mereka dalam bidang lain. Guru swasta ini, kira-kira, pasti tidak sama keadaan ekonominya dibandingkan guru negeri.