Oleh Novi Diana
Muslimah A (gagal masuk fakultas pilihan)“ ya…Allah, kecewa banget nih gagal masuk ke fakultas pilihan, padahal sudah belajar dengan giat, berdoa setiap saat. lalu menyalahkan diri sendiri menyalahkan orang lain. Kenapasih aku bla bla * nangis sambil guling guling hhii.
Muslimah B (gagal masuk fakultas pilihan)” ya… Allah, mungkin bukan rizki saya disini, tapi yakin setiap keputusanmu adalah terbaik.
Nah sahabat, dari dua kisah Muslimah A dan B, kamu mau jadi yang mana?
Cus… yuklah kita ambil hikmahnya…
Tidak dapat dipungkiri kadang “KECEWA” sering menghampiri. Namun kembali lagi bagai mana kita menaggapiya, misalnya dari sepenggal kisah diatas, si A bisa saja mengerutu, marah marah kesel, menyalahkan orang lain dan sebagainya atau jadi seperti si B, “KECEWA” iya… karna tak dapat dipungkiri rasa kecewa itu ada karna gagal masuk ke fakultas pilihan yang di idam idamkan. Namun ia tahu bahwa ia hanya bisa merencana, tapi rencana Allah itu jauh lebih baik. Lalu, ia kuatkan IMAN dalam hatinya. Ia IKHLASKAN bahwa setiap ketetapan yang tertulis untuknya adalah terbaik.
