teraju.id, Sintang—Angka ODP di Kabupaten Sintang meningkat, pelaku usaha menengah ke bawah meringis. Dampak negatif perekonomian akibat berkembangnya wabah COVID-19 dirasakan langsung oleh warga Sintang, khususnya para pedagang kecil.
“Gara-gara virus sekarang jadi morat-marit. Orang-orang kampung banyak yang takut turun ke kota. Jadi, yang belanja ke pasar juga kurang. Apalagi pedagang kecil kayak kita ini,” ucap Abu Bakar (60) selaku pelaku pedagang kaki lima.
Kondisi di Sintang saat ini masih berjalan seperti biasanya. Jalanan utama masih cukup padat. Beberapa pekerja swasta pun masih melakukan aktifitas di kantor seperti biasa. Warung-warung kopi dan tempat makan juga masih memperbolehkan makan di tempat. Himbauan untuk tetap di rumah saja pun, agaknya masih belum berlaku dengan tegas di Sintang.
Walau begitu pendapatan masyarakat di Kota Sintang mengalami penurunan dari biasanya. Abu Bakar menambahkan, pendapatan jualannya saat ini tidak seperti biasa.
“Semenjak adanya wabah covid-19 ini, barang paling laku satu sampai dua pasang sendal aja. Kita maklumi karena yang kita jual juga bukan barang pokok seperti beras atau sayuran. Tapi, dengar-dengar sayuran juga ngerasakan hal yang sama dengan kita.”
