Berita

Behind the Scene Srikandi JurSastra

Behind the Scene Srikandi JurSastra

Kalau Agus Syahrani mengulik akademik, maka saya mengulas 4 skill berbahasa di bidang empiris praktekis jurnalis. Satu lembar pict saja. Memadukan gambar sebagai objek berbicara dengan sudut pandang liputan disempurnakan dengan lima laman pointers. Di luar 4 keterampilan berbahasa meliputi mendengar atau menyimak (listening), juga membaca (reading), berbicara (speaking) serta keterampilan paling berat adalah menulis (writing). Saya tambah satu lagi. Keterampilan kelima: memeriksa. Menyelia. Menyeleksi. Di dapur redaksi, keterampilan kelima ini pada level redaktur hingga pemimpin redaksi. Dimana kesimpulannya, praktikum seperti komunitas JurSastra adalah kawah chadradimuka bagi praktikum total keterampilan berbahasa. Sehat. Super duper subur. Selama ada figur seperti Bu Ayi. Kepala sekolah sekelas Bu Neneng. Dan generasi pembelajar sekelas Anisa Maharani. Pasti jadi. Berkelassss…

200-an peserta antusias dalam presentasi hingga dialog-tanya jawab. Hanya waktu yang sementara memisahkan kita.

Acara workshop dimulai pukul 08.00. Turut hadir Kadis Dikbud Provinsi Kalimantan Barat dan Konsul Malaysia Encik Azizul Zekri dan mitra sekolah.

Acara berlangsung hingga sore. Waktunya transfer of knowledge dari parapihak. Termasuk CNN Indonesia yang paling ditunggu-tunggu. Sesuai tematik digital. Para Narsum siap membawa generasi millenialis ke masa depan digital an sich possitive vibes dengan cara cara positif pula.

Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *