Ketiga, buku ini istimewa karena ditulis dalam rangkaian kegiatan Kampung Riset LP2M IAIN Pontianak 2020 lalu di Batu Ampar. Kala itu, kami melibatkan insan kampus, membuka kesempatan untuk semua orang, seperti yang disarankan.
Panitia membuat google form unuk pendaftaran bebas. Hanya ada syaratnya. Bersedia stanby di lapangan, bersedia menulis, dl… Menulis menjadi syarat karena kami ingin mempertahankan tradisi Kampung Riset: menghasilkan buku. Itulah out put kegiatan ini. Buku menjadi bukti ada kegiatan pengumpulan data lapangan. Ada narasumber dan informasi di sana yang bisa dimanfaatkan oleh siapa pun kelak.
Karena syarat itu, yang mendaftar tidak banyak. Lalu, last minute beberapa orang yang sudah mendaftar mengundurkan diri. Ada yang tiba-tiba sibuk, ada yang tidak mendapatkan izin istri-orang tua, ada yang takut corona dan gelombang, dll..
Nah, sisanya, ya… termasuk Bung Noviansyah ini. Dia bertahan di lapangan, mengumpulkan data dan menulis. Karena waktu di lapangan tidak cukup, menulis dilanjutkan ketika kembali.
Biasanya, orang akan rontok ketika kembali karena mereka disibukkan oleh kesibukan rutin. Tetapi, Bung Noviansyah tidak.
Karya ini telah lahir. Karya ini akan menjadi prasasti bagi dirinya dan bagi Kampung Riset. Terparti indah dalam memori kolektif.
Inilah letak istimewanya. Selamat, Bung! Anda layak dapat bintang! (*)
